Selfreward.net – Pertanyaan Barito Putera berapa kali juara Liga Indonesia cukup sering muncul di kalangan pencinta sepak bola nasional. Klub asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini memang memiliki sejarah panjang di kompetisi sepak bola Indonesia dan pernah meraih sejumlah prestasi penting.
Namun, ada hal yang perlu diluruskan. Jika yang dimaksud adalah gelar juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Barito Putera belum pernah menjadi juara. Sementara itu, Barito Putera pernah memenangkan kompetisi Divisi Utama pada musim 2011/2012, yang pada saat itu merupakan kompetisi di bawah kasta tertinggi.
Jadi, Barito Putera tercatat satu kali menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia, tetapi belum pernah memenangkan gelar juara kasta tertinggi Liga Indonesia atau Liga 1.
Informasi tersebut juga sejalan dengan profil resmi klub. Barito Putera menyebut bahwa mereka menjadi juara Divisi Utama pada musim 2011/2012 setelah mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Solo.
Barito Putera Berapa Kali Juara Liga Indonesia?
Jika pertanyaannya secara spesifik adalah Barito Putera berapa kali juara Liga Indonesia, jawabannya bergantung pada kompetisi yang dimaksud.
Untuk kompetisi kasta tertinggi Indonesia, jumlah gelar Barito Putera adalah 0.
Untuk Divisi Utama Liga Indonesia, Barito Putera pernah menjadi juara 1 kali, yaitu pada musim 2011/2012.
Pada final Divisi Utama musim tersebut, Barito Putera menghadapi Persita Tangerang. Pertandingan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada 8 Juli 2012. Barito Putera keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Gol Barito dicetak Sugeng Wahyudi dan Sackie Teah Doe, sedangkan Persita hanya mampu membalas melalui Ade Jantra.
Keberhasilan tersebut sangat penting karena tidak hanya menghasilkan trofi, tetapi juga mengantarkan Barito Putera promosi ke kompetisi kasta tertinggi untuk musim berikutnya.
Dengan demikian, jika ada yang menyebut Barito Putera sebagai juara Liga Indonesia, perlu dilihat konteks kompetisinya. Gelar yang dimenangkan pada 2011/2012 adalah Divisi Utama, bukan gelar juara liga kasta tertinggi.
Gelar Juara Barito Putera pada 2011/2012
Musim 2011/2012 menjadi salah satu periode paling bersejarah dalam perjalanan Barito Putera.
Saat itu, Barito Putera berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Tim yang dikenal dengan julukan Laskar Antasari tersebut mampu melewati fase kompetisi hingga mencapai partai final.
Pada pertandingan puncak, Barito Putera bertemu Persita Tangerang di Stadion Manahan. Barito berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dan memastikan diri sebagai juara.
Kemenangan itu sekaligus memberikan tiket promosi menuju kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Situs resmi Barito Putera mencatat bahwa setelah menjadi juara Divisi Utama, klub tersebut berhak naik ke level tertinggi sepak bola nasional.
Prestasi tersebut semakin lengkap karena penyerang Barito Putera, Sackie Teah Doe, menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi dengan koleksi 18 gol.
Artinya, musim 2011/2012 bukan hanya menghasilkan trofi untuk klub, tetapi juga melahirkan catatan individu yang penting bagi pemainnya.
Mengapa Barito Putera Tidak Bisa Disebut Juara Liga 1?
Perbedaan antara Divisi Utama dan Liga 1 penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahan dalam menyebut jumlah gelar.
Liga Indonesia mengalami beberapa perubahan format dan nama kompetisi sepanjang sejarahnya. Kompetisi kasta tertinggi pertama setelah penyatuan Perserikatan dan Galatama dimulai pada musim 1994/1995 dengan nama Divisi Utama Liga Indonesia. Persib Bandung menjadi juara pada musim perdana tersebut.
Setelah berbagai perubahan, kompetisi kasta tertinggi kemudian dikenal sebagai Indonesia Super League dan akhirnya Liga 1 mulai 2017.
Barito Putera baru kembali tampil di kasta tertinggi pada musim 2013 setelah menjuarai Divisi Utama 2011/2012. Profil resmi klub juga mencatat bahwa Barito Putera bermain di Liga 1 sejak musim 2013.
Karena itu, gelar Divisi Utama 2011/2012 tidak dapat dihitung sebagai gelar juara Liga 1.
Perjalanan Barito Putera Menuju Kasta Tertinggi
Barito Putera didirikan pada 21 April 1988 dan berbasis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Klub ini menggunakan julukan Laskar Antasari dan menjadikan Stadion 17 Mei sebagai salah satu bagian penting dari identitas klub.
Perjalanan Barito Putera menuju level teratas sepak bola Indonesia tidak berlangsung singkat.
Pada 2008/2009, Barito Putera berhasil meraih gelar di Divisi Dua dan mendapatkan promosi. Setelah itu, klub melanjutkan perjalanan ke Divisi Satu dan kemudian Divisi Utama.
Musim 2010/2011 belum menghasilkan gelar bagi Barito. Berdasarkan catatan kompetisi yang tersedia, mereka mengakhiri fase tersebut di posisi kelima wilayahnya.
Perubahan besar terjadi pada musim berikutnya.
Pada Divisi Utama 2011/2012, Barito Putera tampil lebih kuat dan berhasil melewati rangkaian pertandingan hingga mencapai final. Kemenangan 2-1 atas Persita kemudian mengukuhkan mereka sebagai juara sekaligus memastikan promosi.
Jika melihat perjalanan tersebut, gelar Divisi Utama 2011/2012 merupakan hasil dari proses panjang, bukan keberhasilan yang datang secara tiba-tiba.
Debut Barito Putera di Kompetisi Kasta Tertinggi
Setelah menjadi juara Divisi Utama, Barito Putera tampil di kompetisi kasta tertinggi pada musim 2013.
Debut tersebut tergolong menarik karena Barito mampu langsung bersaing dengan sejumlah klub yang sudah lebih berpengalaman di level atas. Data musim 2013 menunjukkan Barito Putera mengakhiri kompetisi di posisi kelima dengan 54 poin.
Pencapaian tersebut membuat musim pertama mereka di kasta tertinggi menjadi bagian penting dalam sejarah klub.
Namun, posisi tinggi pada musim debut tersebut tidak otomatis berarti Barito Putera memenangkan liga. Dalam sistem kompetisi liga, posisi akhir dan status juara merupakan dua hal berbeda.
Hal inilah yang sering menjadi sumber kesalahpahaman ketika orang mencari informasi tentang berapa kali Barito Putera juara Liga Indonesia.
Barito memang pernah tampil sebagai juara, tetapi gelar tersebut berasal dari Divisi Utama musim 2011/2012.

Apakah Barito Putera Pernah Juara Liga 1?
Jawabannya adalah belum.
Sejak era Liga 1 dimulai pada 2017, Barito Putera belum mengangkat trofi sebagai juara kompetisi kasta tertinggi tersebut.
Liga 1 merupakan kelanjutan dari perjalanan kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia setelah sebelumnya menggunakan nama dan format berbeda. Karena itu, pencatatan gelar perlu dilakukan berdasarkan level kompetisinya, bukan sekadar menyebut semua kompetisi dengan istilah “Liga Indonesia”.
Dengan pemisahan tersebut, data menjadi lebih mudah dipahami:
| Kompetisi | Prestasi Barito Putera |
|---|---|
| Divisi Dua | Juara 2008/2009 |
| Divisi Utama | Juara 2011/2012 |
| Liga Super Indonesia | Belum juara |
| Liga 1 | Belum juara |
Profil resmi klub juga mencatat dua prestasi penting tersebut, yakni juara Divisi Dua pada 2008 dan juara Divisi Utama pada 2011.
Prestasi Barito Putera yang Perlu Dibedakan
Ketika membahas sejarah gelar Barito Putera di Liga Indonesia, terdapat dua pencapaian yang sering tertukar.
Pertama adalah gelar Divisi Dua pada musim 2008/2009. Prestasi ini menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan klub menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Kedua adalah gelar Divisi Utama pada musim 2011/2012. Gelar inilah yang kemudian membawa Barito Putera promosi ke kompetisi kasta tertinggi.
Kedua gelar tersebut merupakan prestasi resmi klub, tetapi keduanya tidak sama dengan menjadi juara kompetisi kasta tertinggi.
Dengan kata lain, ketika seseorang bertanya Barito Putera sudah berapa kali juara, jawabannya bisa berbeda tergantung ruang lingkup pertanyaannya.
Jika semua gelar kompetisi yang pernah dimenangkan diperhitungkan, Barito Putera memiliki setidaknya dua gelar yang tercatat dalam sejarah klub pada level Divisi Dua dan Divisi Utama.
Namun, jika pertanyaannya khusus mengenai juara Liga Indonesia kasta tertinggi, jawabannya adalah nol.
Barito Putera dan Persaingan di Liga Indonesia
Barito Putera memiliki posisi tersendiri dalam peta sepak bola nasional. Klub ini menjadi salah satu wakil penting Kalimantan Selatan yang mampu mencapai kompetisi level tertinggi setelah perjalanan panjang dari divisi bawah.
Keberhasilan promosi pada 2012 menjadi titik balik penting.
Setelah berada di kasta tertinggi, Barito tidak hanya berusaha mempertahankan statusnya, tetapi juga membangun identitas sebagai klub yang memberikan kesempatan kepada pemain-pemain berbakat.
Perjalanan tersebut membuat Barito Putera memiliki basis pendukung yang kuat di Kalimantan Selatan. Julukan Laskar Antasari pun menjadi identitas yang melekat dengan klub.
Meski belum memiliki gelar juara liga kasta tertinggi, perjalanan Barito tetap memiliki sejumlah bab penting yang menarik untuk ditelusuri, terutama keberhasilan mereka menjuarai Divisi Utama 2011/2012.
Kesimpulan
Jadi, Barito Putera berapa kali juara Liga Indonesia?
Jawaban paling tepat adalah Barito Putera belum pernah menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia atau Liga 1.
Namun, Barito Putera pernah meraih satu gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia, yaitu pada musim 2011/2012. Dalam final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Barito mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1. Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Barito Putera promosi ke kasta tertinggi.
Selain itu, Barito Putera juga mencatat gelar Divisi Dua pada 2008/2009 menurut sejarah resmi klub.
Jadi, penting membedakan antara gelar juara Divisi Utama dan gelar juara liga kasta tertinggi. Dengan pembagian tersebut, riwayat prestasi Barito Putera menjadi jauh lebih jelas dan tidak menimbulkan kesalahan dalam menghitung jumlah gelarnya.
FAQ Barito Putera
1. Barito Putera berapa kali juara Liga Indonesia?
Barito Putera belum pernah menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia maupun Liga 1. Mereka pernah satu kali menjadi juara Divisi Utama, yaitu musim 2011/2012.
2. Kapan Barito Putera menjadi juara Divisi Utama?
Barito Putera menjadi juara Divisi Utama pada musim 2011/2012. Pada final 8 Juli 2012, Barito mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Solo.
3. Siapa lawan Barito Putera pada final Divisi Utama 2011/2012?
Lawan Barito Putera adalah Persita Tangerang. Barito memenangkan pertandingan final dengan skor 2-1.
4. Apakah juara Divisi Utama 2011/2012 membuat Barito Putera promosi?
Ya. Gelar tersebut membawa Barito Putera promosi ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia pada musim berikutnya.
5. Kapan Barito Putera mulai bermain di Liga 1?
Menurut profil resmi klub, Barito Putera bermain di Liga 1 sejak musim 2013.
6. Apakah Barito Putera pernah juara Liga 1?
Belum. Barito Putera belum memenangkan gelar juara Liga 1.
7. Siapa pencetak gol terbanyak Barito Putera saat juara Divisi Utama 2011/2012?
Sackie Teah Doe menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut dengan 18 gol.
8. Apa julukan Barito Putera?
Barito Putera dikenal dengan julukan Laskar Antasari. Klub ini berbasis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
9. Berapa gelar yang dimiliki Barito Putera?
Jika menghitung prestasi yang dicatat dalam sejarah resmi klub, Barito Putera memiliki gelar Divisi Dua 2008/2009 dan Divisi Utama 2011/2012. Namun, untuk gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia, jumlahnya masih nol.




